- ADI SAWISNA
- ADITYA BUDA
- AGUS ADITYA
- AGUS SETIAWAN
- ANGGA SANTIKA
- ANGGA SANJAYA
- ANGGA WAHYUDI
- A
- ARDI GUNA
- ARIS SEPTIAWAN
- ARTHA JAYA
- AYU RATNA
- AYU SANI
- DEVI
- DEWI
- DITYA
- FEBRIAN
- HENDRA
- INDAH
- JONY
- JUNY
- LADY
- MEGA
- MELINA
Kelas X AP 1
Kelas X AP 1 postingan mengenai pembelajaran yang berkaitan dengan kelas
Rabu, 03 September 2014
WELLCOME TO OUR BLOG
BAB 1 :
ANEKDOT
Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan mengenai seseorang
KRITIK
Kritik
adalah suatu kecaman atau tanggapan yang disertai pertimbangan baik
atau buruk terhadap suatu karya atau pendapat seseorang
HUMOR
Humor adalah sesuatu yang lucu dan jenaka
LAYANAN PUBLIK
Layanan
Publik merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka
pemenuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
STRUKTUR ANEKDOT
ABSTRAKSI : Gambaran Umum Cerita
ORIENTASI : Awal Cerita/Latar Belakang
KRISIS : Masalah Unik
REAKSI : Tanggapan
KODA : Akhir Cerita/kesimpulan
PARTISIPAN : Tokoh cerita
KONJUNGSI : Kata depan
KATA
Satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri
KLAUSA
Satuan
gramatika/bahaya yang berupa kelompok kata sekurang kurangnya terdiri
dari subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat
KALIMAT
Satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri mempunyai pola intonasi final dan secara untuk terdiri dari klausa.
PARAGRAF
Kumpulan dari beberapa kalimat yang memiliki kesatuan dan saling berhubungan satu sama lain dan mempunyai satu ide pokok.
KONJUNGSI
Konjungsi sama dengan kata sambung/kata ulang dalam kata tugas menghubungkan dua kata atau lebih. Konjungsi ada 3 yaitu :
1. Konjungsi antarklausa
2. Konjungsi antarkalimat
3. Konjungsi antar paragraf
KONJUNGSI ANTARKLAUSA
KONJUNGSI KOORDINATIF
Konjungsi yang menghubungkan dua klausa/lebih yang memiliki hubungan setara : dan, tetapi, atau, sedang, sedangkan, dll.
KONJUNGSI KORELATIF
Konjungsi
yang menghubungkan dua klausa dan kedua unsur itu memiliki hubungan
yang sama : baik, maupun, tidak hanya, tetapi juga, bukan hanya,
melainkan, entah, dll.
KONJUNGSI ANTARKALIMAT
Konjungsi ini selalu memulai satu kalimat yang lucu : namun, sebaiknya
KONJUNGSI ANTARPARAGRAF
Konjungsi ini boasanya terletak pada awal paragraf : adapun.
KONJUNGSI TEMPORAL DALAM ANEKDOT
konjungsi menjelaskan hubungan waktu antara dua hal/peristiwa yang tidak sederajat : kemudian, lalu, dll
MAKNA KONJUNGSI
1. Urutan waktu : sesudah, selanjutnya, setelah itu, berikutnya dll.
2. Akibat Perbuatan : sehingga, akibatnya, maka, dll.
3. Sebab : Karena, Sebab, Oleh karna itu, dll.
4. Syarat : Jika, kalau, apabila, harus, dll.
5. Pengandaian : andai, andaikan seandainya, andaikata, dll.
DRAMA
Bentuk anekdot
1. narasi
2. drama : cerita yang diperankan oleh tokoh dan di pentaskan
3. Puisi
Bentuk Drama :
-Prolog : Bagian pembuka drama
-Epilog : Bagian penutup drama
-Dialog : Percakapan yang dilakukan 2 orang
-Monolog : Percakapan oleh 1 orang/sendiri
VERBAL MATERIAL
Verbal : Kata kerja
Ciri-Ciri : Berawalan : me, ber, ter, per
: Berakhiran : kan, i
: Dapat diperluas dengan kata (dengan+kata sifat )
: Berfungsi sebagai predikat, bermakna proses keadaan dan perbuatan (aktifitas)
PUISI
Puisi merupakan karangan yang terikat oleh baris dan bait
ciri-ciri kebahasaan dalam puisi anekdot
1. Menggunakan majas/gaya bahasa
2. Kadang-kadang kalimat tanya retoris
3. Bermakna Kias konotasi
4. Mempunyai rima/sajak
5. Penggunaan diksi/pilihan kata
Kalimat tanya retoris : kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban.
contoh : siapa yang saat ini ingin mati?
Pengunaan majas/gaya bahasa :
1.
asosiasi/simile : Majas yang membandingkan sesuatu yang ada pada
hakikatnya berbeda, tetapi, dianggap sama biasanya menggunakan kata
perbandingan : ibarat, seperti, layaknya, baik, dll
2. Metafora : majas yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan dua hal secara langsung (tanpa kata perbandingan)
Langganan:
Komentar (Atom)