Rabu, 03 September 2014

SOFTCOPY KELAS

  1. ADI SAWISNA
  2. ADITYA BUDA
  3. AGUS ADITYA
  4. AGUS SETIAWAN
  5. ANGGA SANTIKA
  6. ANGGA SANJAYA
  7. ANGGA WAHYUDI
  8. A
  9. ARDI GUNA
  10. ARIS SEPTIAWAN
  11. ARTHA JAYA
  12. AYU RATNA
  13. AYU SANI
  14. DEVI
  15. DEWI
  16. DITYA
  17. FEBRIAN
  18. HENDRA
  19. INDAH
  20. JONY
  21. JUNY
  22. LADY
  23. MEGA
  24. MELINA
  25.  

Bahasa Indonesia Materi

WELLCOME TO OUR BLOG


BAB 1 :

ANEKDOT
Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan mengenai seseorang

KRITIK
Kritik adalah suatu kecaman atau tanggapan yang disertai pertimbangan baik atau buruk terhadap suatu karya atau pendapat seseorang

HUMOR
Humor adalah sesuatu yang lucu dan jenaka

LAYANAN PUBLIK
Layanan Publik merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan


STRUKTUR ANEKDOT

ABSTRAKSI :  Gambaran Umum Cerita
ORIENTASI   : Awal Cerita/Latar Belakang
KRISIS           : Masalah Unik
REAKSI         : Tanggapan
KODA            : Akhir Cerita/kesimpulan


PARTISIPAN : Tokoh cerita
KONJUNGSI : Kata depan

KATA
Satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri

KLAUSA
Satuan gramatika/bahaya yang berupa kelompok kata sekurang kurangnya terdiri dari subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat

KALIMAT
Satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri mempunyai pola intonasi final dan secara untuk terdiri dari klausa.

PARAGRAF
Kumpulan dari beberapa kalimat yang memiliki kesatuan dan saling berhubungan satu sama lain dan mempunyai satu ide pokok.

KONJUNGSI
Konjungsi sama dengan kata sambung/kata ulang dalam kata tugas menghubungkan dua kata atau lebih. Konjungsi ada 3 yaitu :
1. Konjungsi antarklausa
2. Konjungsi antarkalimat
3. Konjungsi antar paragraf

KONJUNGSI ANTARKLAUSA
KONJUNGSI KOORDINATIF
Konjungsi yang menghubungkan dua klausa/lebih yang memiliki hubungan setara : dan, tetapi, atau, sedang, sedangkan, dll.

KONJUNGSI KORELATIF
Konjungsi yang menghubungkan dua klausa dan kedua unsur itu memiliki hubungan yang sama : baik, maupun, tidak hanya, tetapi juga, bukan hanya, melainkan, entah, dll.

KONJUNGSI ANTARKALIMAT
Konjungsi ini selalu memulai satu kalimat yang lucu : namun, sebaiknya

KONJUNGSI ANTARPARAGRAF
Konjungsi ini boasanya terletak pada awal paragraf : adapun.

KONJUNGSI TEMPORAL DALAM ANEKDOT
konjungsi menjelaskan hubungan waktu antara dua hal/peristiwa yang tidak sederajat : kemudian, lalu, dll


MAKNA KONJUNGSI

1. Urutan waktu       : sesudah, selanjutnya, setelah itu, berikutnya dll.
2. Akibat Perbuatan : sehingga, akibatnya, maka, dll.
3. Sebab                   : Karena, Sebab, Oleh karna itu, dll.
4. Syarat                   : Jika, kalau, apabila, harus, dll.
5. Pengandaian         : andai, andaikan seandainya, andaikata, dll.


DRAMA

Bentuk anekdot
1. narasi
2. drama : cerita yang diperankan oleh tokoh dan di pentaskan
3. Puisi

Bentuk Drama :
-Prolog      : Bagian pembuka drama
-Epilog      : Bagian penutup drama
-Dialog      : Percakapan yang dilakukan 2 orang
-Monolog  : Percakapan oleh 1 orang/sendiri

VERBAL MATERIAL
Verbal : Kata kerja
Ciri-Ciri : Berawalan : me, ber, ter, per
               : Berakhiran : kan, i
               : Dapat diperluas dengan kata (dengan+kata sifat )
               : Berfungsi sebagai predikat, bermakna proses keadaan dan perbuatan (aktifitas)


PUISI
Puisi merupakan karangan yang terikat oleh baris dan bait

ciri-ciri kebahasaan dalam puisi anekdot
1. Menggunakan majas/gaya bahasa
2. Kadang-kadang kalimat tanya retoris
3. Bermakna Kias konotasi
4. Mempunyai rima/sajak
5. Penggunaan diksi/pilihan kata

Kalimat tanya retoris : kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban.
contoh : siapa yang saat ini ingin mati?

Pengunaan majas/gaya bahasa :
1. asosiasi/simile : Majas yang membandingkan sesuatu yang ada pada hakikatnya berbeda, tetapi, dianggap sama biasanya menggunakan kata perbandingan : ibarat, seperti, layaknya, baik, dll

2. Metafora : majas yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan dua hal secara langsung (tanpa kata perbandingan)